Minggu, 23 Maret 2014

Khayalan dalam khayalan

Seperti kisah yang terus berlanjut
Pelakon yang dengan setianya melakonkan naskah
Alur yang membuatnya ada
Serta rasa yang membuatnya bangkit

                Mata tertutup, pikiran melayang
Mulut membungkam, hati berbicara
Berlari jauh tak tentu arah
Tujuan yang tersamarkan

Terhanyut dalam imajinasi
Imajinasi yang tidak lain adalah rekaan
Akankah itu berwujud nyata ?
Atau hanya akan menjadi khayalan dalam khayalan ?

Senin, 10 Maret 2014

Bukan inginku…



Tak banyak kata yang terucap hari itu, di kala siang menghampiri senja, suara bising di seberang jalan bahkan tak mampu menutupi kata yang terucap darimu… 
 
“iya”, kata yang kuucapkan hari itu, singkat,.. tak usah berbelit-belit, kata itu sudah cukup jelas untuk menjawab atas pertanyaan dan penawaranmu kepadaku, pikirku…

19 februari 2014,, hari dimana hati kita yang memenangkan segalanya. Akan tetapi, selang beberapa waktu, ada sesuatu yang seolah menggangguku, sesuatu yang abstrak. Pikiranku seolah di bawa untuk mengingat sepenggal kisah di tahun kemarin.

“iya”, kembali kuiyakan tentang kisah mereka. Kisah yang diatasnamakan dengan persahabatan, tetapi sungguh nampak rasa yang lebih diantara keduanya. Bukan hanya aku saja, banyak yang mengiyakan akan hal itu.

“iya”, mereka seolah berdialog melalui tulisan-tulisan mereka, dan baru saja ku membaca rentetan tulisan itu, tiba-tiba pikiranku di penuhi dengan ketakutan-ketakutan yang semestinya tak perlu untuk ku khawatirkan.
Bukan inginku untuk hadir di antara mereka, tapi rasa yang memaksaku untuk tetap hadir. Seolah Seperti angin yang tiba-tiba bertiup kencang di antara gemericik hujan… seolah seperti seorang penghuni baru di pulau yang tak pernah terjamah..

Sungguh tak dapat ku pungkiri kenangan di antara mereka sudah pasti masih terekam kuat, “entahlah”… kini hanya kata itu yang terucap seolah aku tak mau tahu tentang kisah mereka lagi. 

Aku adalah aku, aku bukanlah dia, Aku tak bisa dan sungguh tak ingin menjadi seperti dia, Ini aku yang kini menjadi pilihanmu, dan kau yang menjadi pilihanku… 

Ku ingin yakinku ini kau yakini pula agar semua tak ada yang terbantahkan.
Inilah aku dengan segala kesederhanaanku…