Sabtu, 31 Mei 2014

Love Is Crying


Sekarang lagi suka banget dengerin soundtrack film King 2 Heart.. dalam banget, jadi pengen nonton filmya lagi... hahaha
Nih English Translationsnya aja, bentar nggak ngerti kalau bahasa Koreanya... 
Just one step.. even if you were late by one step
That’s our painful fate.. we were able to avoid it
It is useless trying to delay it
Now I won’t send you away
Should you cry, it has to be in my bossom
Without you, I’ll die
My heart is weeping, my heart is crying out
Because it wants to love one person
You cried and hurt.. I’m crying because I can’t forget you
My love is crying
Even if the world were to turn its back on you
The person who’s beside me
Because I have only given you hurt
I am not worthy to ask you to remain
My heart is weeping, my heart is crying out
Because it wants to love one person
You cried and hurt.. I’m crying because I can’t forget you
My love is crying
I can’t tell lies
Despite your bright smile, I can tell
The sadness in your gaze
My love is cryng, I’m calling out
I can’t send you away just like that
Your smile is y breath.. i can live because of you
My heart is crying

by:
KWill...(Ost.King 2 Heart)

Senin, 26 Mei 2014

Masihkah Dia Menjadi Gadis Berpiyamamu ???



Masihkah dia menjadi gadis berpiyamamu ???
          Dulu, kau selalu mengatakan hanya malamkah yang akan menampakkan dia di pelupuk matamu ? berharap bahwa gadis itu akan selalu menghiasi hari-harimu, tak peduli pagi, siang, ataupun malam… dia akan selalu ada
Masihkah dia menjadi gadis berpiyamamu ???
          Yang akan selalu merangkul mimpi indah di malam-malam mu, dengan lengkungan senyum di balik bibir mungilnya. Dia tak berucap, tak mengatupkan mulutnya meskipun hanya untuk sebuh sapaan kepadamu.
Masihkah dia menjadi gadis berpiyamamu ???
          Yang ketika melihatnya, selalu ingin merengkuhnya serta membelai lembut rambutnya, menatapnya dan saling berbicara lewat mata. Khidmat… penuh arti…
Masihkah dia menjadi gadis berpiyamamu ???
Tapi, entahlah, kini seolah ada yang berubah. Bukan kurangnya perhatian, bukan kurangnya komunikasi, tapi perubahan itu jelas ada tapi tak berwujud apa-apa.
Masihkah dia menjadi gadis berpiyamamu ???
          Kini, ketika kata tak mampu terucapkan lewat lirih suara, mata pun enggan untuk berbicara satu sama lain. Diam…senyap…tanpa arti.
Masihkah dia menjadi gadis berpiyamamu ???
          Tak ada dialog, bahkan malam pun tak mampu lagi membuat naskah untuk di dialogkan. Semua seolah berbalik arah.

Masihkah dia menjadi gadis berpiyamamu ???
          Kini bukan lagi inginmu yang kau ikuti, entah apa saat ini. Bahkan, jikalau gadis itu yang kini memilih hadir di mimpimu, mungkin kaupun takkan tercengang lagi menyaksikan hadirnya, dan enggan lagi melihat lengkungan senyum mungilnya.
Dan sampai detik ini, waktupun tak jua menjawab, masih dengan pertanyaan yang sama, “masihkah dia menjadi gadis berpiyamamu ???”


Minggu, 04 Mei 2014

My Scare



          Sesak seketika, degupan jantung melampaui batas normalnya, nafas terengah-engah, pikiran tak tentu arah, tingkahku pun tak karuan…
Sebenarnya apa ini ???,  apakah hal yang kuyakini mulai berubah ???
Entahlah…
Ketika jemarinya dengan lembut memegang jemariku, kemudian memelukku erat, mendengar desahan nafasnya di telingaku, degupan jantungnya begitu terasa dekat. Merasakan ketenangan yang luar biasa saat hal itu terjadi, semakin lama semakin erat. Akan tetapi, dibalik kesenangan itu selalu ada ketakutan yang menghantuiku…
Apakah ini dosa ???
Pantaskah hal ini kulakukan ???
Ribuan pertanyaan menyerangku bagai para musuh yang siap memerangiku dengan pedang tajam mereka. Oh tuhan,, apa yang kulakukan sungguh tak sejalan dengan perintahmu. Semestinya ku tak demikian.
Bodoh…bodoh.. memang aku yang bodoh, aku yang salah. Bodoh karena tak dapat menolak segala gejolak yang kurasa. Menuruti semuanya, terlalu menuruti perasaanku yang mungkin tak sejalan dengan pikiranku. Lidahku keluh, tak bisa berucap apa-apa.
Heii,, aku tak ingin kau menilai kepercayaanku dengan itu.
jika aku tak ingin, bukan berarti kepercayaanku tak sepenuhnya yakin kepadamu. Jangan ragukan yakinku ini. Memilihmu sudah kuyakini sedari dulu. Akupun meyakini bahwa keyakinanmu sudah sepenuhnya terhadapku.
Maafkan aku yang selalu membuatmu khawatir dengan segala ketakutan-ketakutanku yang seiyanya  selalu menghantuiku. Kau yang dengan setianya menunggu yakinku menjadikanku khawatir akan engkau. Ketakutanku bertambah, jika suatu ketika ada titik jenuhmu yang kemudian mencapai puncaknya, kemudian menginginkan hal yang sebelumnya tak pernah kita inginkan.
          Selalu ada pertanyaan darimu yang kudapati menanyakan tentang apa yang membuatku seringkali ketakutan, tapi lidahku tetap keluh,, enggan bercerita. Bukan ragu, bukan tak percaya, bukan tak yakin, tapi semua ketakutan itu akupun tak mengerti sehingga kata yang terucap hanya itu, “aku tak tahu”. Hanya kalimat itu, yang kemudian engkau kadang menyimpulkan bahwasanya engkau belum kupercayakan sepenuhnya untuk mendengarkan ceritaku, padahal pada kenyataannya aku pun masih tak mengerti. Terlalu banyak penjelasan dalam ketidakjelasan ini. Mengambang, tak tentu arah, nadanya samar, iramanya sumbang, warnanya buram, dan tak berbingkai. Ku ingin mengeluhkan semuanya, tapi tak tahu bagaimana caranya.ketika air mataku tak terbendung lagi, dan mulai jatuh kembali ku rebahkan tubuhku di pundakmu, kau memelukku hangat, mengelus rambutku dengan lembut dan berkata “jangan dipaksakan, maafkan”. Kata maaf mu selalu menyakitiku. Aku merasa bersalah dengan kau melontarkan kata itu. Semestinya aku yang berkata demikian..
Maaf.. maaf..
Maafkan aku..
Yang selalu membuatmu khawatir dengan segala ketakutan yang aku sendiripun sungguh tak mengerti dengan semuanya..