Bukan fisiknya yang lelah, melainkan jiwanya yg tak sehat.
Bukan tangannya yg tergores, melainkan batinnya yang tengah menangis.
Hari-harinya ia lewati dengan getir. berusaha bangun tapi nihil, berusaha kuat tapi semakin rapuh.
ia telah kehilangan apa yang orang-orang sebut harapan, sungguh malang. Berjalan setiap saat dengan kesakitan dan keputusasaan. Jangankan untuk hari esok, hari ini pun ia tengah berpikir untuk tak lagi hidup. Ia menjadi pendosa tiada banding. Mengakihiri hidup dengan membunuh jiwanya terlebih dahulu.
