Jumat, 19 September 2014

Tentang 'BEDA' itu, Aku mengerti

'BEDA' itu, aku mengerti...
Tentang 'sama' yang ditiadakan
Tentang 'mirip' yang dilenyapkan
Tentang 'serupa' yang dimusnahkan

Aku mengerti, bukan mencoba mengerti.. Aku paham, bukan mencoba memahami..

'BEDA' itu aku mengerti...
Ketika dia tak mengeluarkan suara, namun sebenarnya ia tengah bercerita banyak hal kepadaku..
Ketika dia tengah menatapku, ada sapaan tak terlisankan bak sebuah jabat darinya..

Aku selalu suka dengan caranya yang berbeda ketika tengah mengajakku berbagi kisah, hanya aku dan dia, tak perlu mereka mengerti..

Dan tentang 'BEDA' itu, aku mengerti..
sesederhana itu..
Karena mencintainya tak pernah salah...

Senin, 08 September 2014

Waktu

"Mari kembali kedunia nyata",pernyataan pertamaku ketika kembali menginjakkan kaki dikota daeng ini..

Petualangan dihari kemarin tak akan terlupakan, moment indah tak terhitung didalamnya..

Pukul 22:25 wita, waktu dimana kembali kutemui gedung-gedung yg seolah menjadi pencakar langit dikota ini.. waktu dimana kembali kudengar suara bising dijalan.. dan waktu dimana kembali kutemui lampu-lampu jalan, kendaraan, dan gedung mewah dikota ini...

Sesaat merasa sedih meninggalkan mereka yang disana, tapi disisi lain ada mereka yang terkasih disini sedang menunggu untuk bersua agar segera melepas rindu yang selama ini hanya diadukan pada angin dan malam, pikirku..

Keesokan harinya, kembali kujalani rutinitas seperti biasanya. Pukul 08:00 wita, waktu dimana perkuliahanku dimulai pagi itu..

Dikampus merah itu, pelukan hangat, teriakan histeris, serta tawa lepas nan bahagia kembali kutemui dari para sahabatku.. sungguh waktu yg kutunggu-tunggu akhirnya tiba juga..

Namun, kurasa kebahagiaanku tak sesempurna yang kubayangkan pada waktu itu.. Dia berbeda !!!

Langkahnya menghampiriku, tapi seolah enggan menoleh kearahku, tiba-tiba ia menoleh, mengangkat alisnya sebagai kode "say hello" untukku..

Terbersit dibenakku waktu itu, "tak adakah rindu itu untukku ?", rindu yang terselubung selama ini ternyata kepada orang yang tak merindu, pikirku lagi..

Kembalinya aku mungkin tak berarti apa-apa bagi dia.. senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, ataupun minggu dia tetap sama, tak berubah sedikitpun, dia kini berbeda dan itu membuatku tak nyaman..

Aku menghargai waktu yang Tuhan berikan untuk kita kembali bertatap meski tanpa jabat dan tanpa sapa..

Dan kini kubertanya "jika aku tetap mengharhai waktu, masih adakah gerbang selamat datang untukku saat ini ???"