Masihkah dia menjadi gadis berpiyamamu ???
Dulu, kau
selalu mengatakan hanya malamkah yang akan menampakkan dia di pelupuk matamu ?
berharap bahwa gadis itu akan selalu menghiasi hari-harimu, tak peduli pagi,
siang, ataupun malam… dia akan selalu ada
Masihkah dia menjadi gadis berpiyamamu ???
Yang akan
selalu merangkul mimpi indah di malam-malam mu, dengan lengkungan senyum di
balik bibir mungilnya. Dia tak berucap, tak mengatupkan mulutnya meskipun hanya
untuk sebuh sapaan kepadamu.
Masihkah dia menjadi gadis berpiyamamu ???
Yang ketika
melihatnya, selalu ingin merengkuhnya serta membelai lembut rambutnya,
menatapnya dan saling berbicara lewat mata. Khidmat… penuh arti…
Masihkah dia menjadi gadis berpiyamamu ???
Tapi, entahlah, kini seolah ada yang berubah.
Bukan kurangnya perhatian, bukan kurangnya komunikasi, tapi perubahan itu jelas
ada tapi tak berwujud apa-apa.
Masihkah dia menjadi gadis berpiyamamu ???
Kini, ketika
kata tak mampu terucapkan lewat lirih suara, mata pun enggan untuk berbicara
satu sama lain. Diam…senyap…tanpa arti.
Masihkah dia menjadi gadis berpiyamamu ???
Tak ada dialog,
bahkan malam pun tak mampu lagi membuat naskah untuk di dialogkan. Semua seolah
berbalik arah.
Masihkah dia menjadi gadis berpiyamamu ???
Kini bukan lagi
inginmu yang kau ikuti, entah apa saat ini. Bahkan, jikalau gadis itu yang kini
memilih hadir di mimpimu, mungkin kaupun takkan tercengang lagi menyaksikan
hadirnya, dan enggan lagi melihat lengkungan senyum mungilnya.
Dan sampai detik ini, waktupun tak jua menjawab, masih dengan
pertanyaan yang sama, “masihkah dia menjadi gadis berpiyamamu ???”

0 komentar:
Posting Komentar