Setiap malam semakin panjang saja baginya. Kepalanya hampir pecah diterpa ketakutan tiada henti. Ia mengadu, memaki, lalu tersedu dibalik bantal persegi panjang yang empuk.
Langit hitam diluar sana sedang menertawakannya, ia tak pernah sadar akan itu. Ceritanya ia tumpuk, setinggi apa nantinya tiada yang tahu. Tumpukan itu akan semakin meninggi setiap malamnya, entah apa yang akan mengurangi tumpukannya, entah dengan siapa ia akan berbagi tumpukannya.

0 komentar:
Posting Komentar