Malam itu terbentuk dari bisingnya angin nan dingin, kuatnya serangan gundah menghampiri, dan rebusan kata-kata sampai mendidih yang siap meluap kemana saja.
Malam itu, saya hanya sibuk merangkai kata, membentuk paragraf demi paragraf dengan bahasa yang saya ketahui. Hal itu sebagai bentuk persiapan untuk menghadapi sebuah petualangan esok hari. Menulis, berkhayal, menghafal, berdialog sendiri.. yahh, mungkin seperti itulah adegan yang saya perankan saat itu. Dengan sebisa mungkin menumbuhkan semangat dalam diri saya, tapi apa daya semangat itu tetap enggan menghampiri saya.
Malam itu kembali membuat saya sadar bahwa paranoid adalah sifat saya, dan saya membenci itu. Namun, ditengah hiruk-pikuk ketegangan dan kegundahan itu, saya tak sendiri, ada dia yang disana bersama saya.
Semangat dan dukungan darinya selalu ada, terima kasih telah memadamkan ketakutan itu. Ditengah percakapan, satu pesan singkat darinya "doakan saya juga. Jangan lelah bersamaku, semoga saya juga tidak pernah ringkih menemanimu".
Semoga lelah tak pernah menghampiri saya ketika tengah bersamamu..
Terima kasih...
Terima Kasih untuk kesekian kalinya..

0 komentar:
Posting Komentar