Seindah
apapun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tidak ada jeda ? dapatkah ia
dimengerti jika tak ada spasi ?
Bukankah
kita baru bisa bergerak jika ada jarak ? dan saling menyayang bila ada ruang ?
kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin
mencekik, jadi ulurlah tali itu.
Napas
akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi. Darah mengalir deras
dengan jantung yang tidak dipakai dua kali. Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua
dengan jiwa lain yang searah. Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan
kasih sayang.
Mari
berkelana dengan rapat tapi tak dibebat. Janganlah saling membendung apabila
tak ingin tersandung. Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku
ingin seiring dan bukan digiring.
Salah satu prosa dalam buku Filosofi Kopi
(kumpulan cerpen dan prosa dalam satu dekade)
Karya Dewi Lestari (Dee)


0 komentar:
Posting Komentar