Masih tetap sama…
Hei !!! sudah berapa lama kita
tak bersua ?
Sudah berapa lama kita tak
bertatap muka ?
Dan sudah berapa lama kita tak
saling menyapa ?
Sudah terlalu lama, sudah beberapa dekade.. pikirku
Hari ini tepat hari lahirmu, sedari dulu tak pernah
kulupa, seolah tanggal, bulan, dan tahun itu masih mendecak kagum di pikiranku
hingga detik ini.
Pukul 07.30, hari kuliah yang selalu kusebut
dengan kuliah subuh, yang ketika ku melangkahkan kaki menuju kampus selalu saja
berbarengan dengan anak-anak yang mengenakan pakaian putih merah, putih biru,
dan putih abu-abu. Waktu yang kupikir adalah dini hari untuk memulai
perkuliahan.
Berangkat dengan angkutan umum berwarna biru
muda, yang di bagian depannya tertera angka 07, dengan suara bising di sekitar
jalan, dan kemacetan yang kadang membuat mood ku menjadi amburadul di pagi
hari.
Pusat jalan yang menjadi sumber kemacetan pun
mulai di hampiri, dengan sedikit mengibaskan kertas-kertas tipisku yang ku
multifungsikan menjadi sesuatu yang bisa menghasilkan angin di tengah terik
matahari pagi yang menyilaukan yang mengenai pundakku di balik kaca mobil
angkutan umum itu.
Sembari ku menyeka keringat di dahi dengan
tissue tipis yang ada di tanganku dan sesekali merapikan kerudung merah jambuku
yang kukenakan hari itu, mataku mengamati keadaan sekitar, akan tetapi
tiba-tiba mataku tertuju pada sesuatu yang seiyanya tak asing bagiku.
Masih tetap sama…
getaran itu masih ada, dari kejauhan hanya pundak belakangmu
yang terlihat karena terhalangi oleh kendaraan-kendaraan di jalan kota, namun
aku tetap bisa memastikan bahwa itu kau.
Angkutan umum
yang ku tumpangi perlahan menghampirimu. Semakin ku perhatikan aku semakin
yakin, itu kau.. itu kau.. yahh.. itu kau. Tidak salah lagi.
Dengan seragam
kebanggan yang kau kenakan, topi putih dengan lambang bintara yang sedari dulu
kau cita-citakan, sumpritan yang bergelantungan di lengan kananmu, yahh,, kini
ku melihatmu dengan itu semua setelah sekian lama tepat di hari jadimu.
Selamat Ulang Tahun untukmu yang pertama…
Semoga yang terbaik selalu berada di dekatmu…
Mataku takkan pernah buta jika melihatmu,
menjumpaimu, bahkan membayangkanmu. Getaran itu masih ada, hanya saja tak
seperti dulu lagi. Ada alasan yang membuatnya seperti itu.
Mungkin ini cara Tuhan untuk tetap membuatmu
akan selalu ada di benakku hingga nanti, membuatmu terlihat di hari bahagiamu.
Tak perlu memaksakan kehendakku untuk melupakan yang lalu.
Tapi aku sadar akan satu hal yang sedari dulu selalu ku
sesalkan,,,
Lidahku masih saja keluh untuk menyapamu terlebih dahulu…

0 komentar:
Posting Komentar