Kamis, 10 April 2014

Masih tetap sama



Masih tetap sama…
Hei !!! sudah berapa lama kita tak bersua ?
Sudah berapa lama kita tak bertatap muka ?
Dan sudah berapa lama kita tak saling menyapa ?
Sudah terlalu lama, sudah beberapa dekade.. pikirku
Hari ini tepat hari lahirmu, sedari dulu tak pernah kulupa, seolah tanggal, bulan, dan tahun itu masih mendecak kagum di pikiranku hingga detik ini.
Pukul 07.30, hari kuliah yang selalu kusebut dengan kuliah subuh, yang ketika ku melangkahkan kaki menuju kampus selalu saja berbarengan dengan anak-anak yang mengenakan pakaian putih merah, putih biru, dan putih abu-abu. Waktu yang kupikir adalah dini hari untuk memulai perkuliahan.
Berangkat dengan angkutan umum berwarna biru muda, yang di bagian depannya tertera angka 07, dengan suara bising di sekitar jalan, dan kemacetan yang kadang membuat mood ku menjadi amburadul di pagi hari.
Pusat jalan yang menjadi sumber kemacetan pun mulai di hampiri, dengan sedikit mengibaskan kertas-kertas tipisku yang ku multifungsikan menjadi sesuatu yang bisa menghasilkan angin di tengah terik matahari pagi yang menyilaukan yang mengenai pundakku di balik kaca mobil angkutan umum itu.
Sembari ku menyeka keringat di dahi dengan tissue tipis yang ada di tanganku dan sesekali merapikan kerudung merah jambuku yang kukenakan hari itu, mataku mengamati keadaan sekitar, akan tetapi tiba-tiba mataku tertuju pada sesuatu yang seiyanya tak asing bagiku.
Masih tetap sama…
getaran itu masih ada, dari kejauhan hanya pundak belakangmu yang terlihat karena terhalangi oleh kendaraan-kendaraan di jalan kota, namun aku tetap bisa memastikan bahwa itu kau.
          Angkutan umum yang ku tumpangi perlahan menghampirimu. Semakin ku perhatikan aku semakin yakin, itu kau.. itu kau.. yahh.. itu kau. Tidak salah lagi.
          Dengan seragam kebanggan yang kau kenakan, topi putih dengan lambang bintara yang sedari dulu kau cita-citakan, sumpritan yang bergelantungan di lengan kananmu, yahh,, kini ku melihatmu dengan itu semua setelah sekian lama tepat di hari jadimu.
Selamat Ulang Tahun untukmu yang pertama…
Semoga yang terbaik selalu berada di dekatmu…
Mataku takkan pernah buta jika melihatmu, menjumpaimu, bahkan membayangkanmu. Getaran itu masih ada, hanya saja tak seperti dulu lagi. Ada alasan yang membuatnya seperti itu.
Mungkin ini cara Tuhan untuk tetap membuatmu akan selalu ada di benakku hingga nanti, membuatmu terlihat di hari bahagiamu. Tak perlu memaksakan kehendakku untuk melupakan yang lalu.
Tapi aku sadar akan satu hal yang sedari dulu selalu ku sesalkan,,,
Lidahku masih saja keluh untuk menyapamu terlebih dahulu…

0 komentar:

Posting Komentar