Saat ini, malam selalu menjadi sahabat terbaikku. Entah karena sunyi senyapnya yang seolah mengerti aku dalam diamku, ataukah karena angin dalam gelap yang selalu menyeruakkan rindu...
Saat ini, antara ada dan tiada itu adalah aku. Wujudku nyata tapi tak dinyatakan, hadirku ada tapi tak dihadirkan. Sungguh, aku ada tapi tak dia kenali...
Tulisan selalu menjadia mediamu untuk berekspresi, yang kemudian kau berbicara dengan dia melalui rentetan huruf-huruf itu. Saling berbalas, menghitung hari di bulan yang istimewa menurut kau ataupun dia, yang seolah memperbincangkan tentang tentang suatu harapan bersama akan suatu kejutan disuatu waktu...
Heii,, adakah aku di bulan istimewamu ini ?
Heii,, tahu bagaimana rasanya ketika kita nampak tapi tak ditampakkan ?
Kurasa kau tak tahu itu...
Batinku lelah ketika kudapati mereka tengah menatapku seolah aku sangat menyedihkan. Batinku lelah ketika selalu berusaha membuatnya kuat seperti baja, meskipun pada kenyataannya aku rapuh...
"Aku baik-baik saja" adalah kalimat yang paling sering ku ucapkan saat ini, menyatakan bahwa seolah tidak terjadi apa-apa. Tapi, tahukah kau bahwa setengah diriku serasa mati ketika berusaha mengatupkan bibirku untuk berucap itu...
Saat ini batinku meronta, meneriakkan bahwa aku lelah, dan aku merasa bahwa dukaku abadi...

0 komentar:
Posting Komentar