Disore itu
wajah langit masih bercumbu dengan jingganya
malam sebentar lagi merenggutnya tapi tak sampai
meninggalkannya
hanya menyisakan bias ungu di ujung sana..
Dipelataran senja, duduk sendiri lalu termangu
memeluk lutut yang sedang berpasung rindu
perlahan ingatanku membentuk garis
garis wajah dengan ukiran senyum itu..
Wahai senja, seperti apa kau menafsir rindu ? aku
ingin tahu
aku tak memaki jarak, tak pula menghakimi jarak
tapi mencoba menikmati rindu
rinduku meradang seakan tak bermuara
wahai senja, kutitip rindu untuk dia dikejauhan..
22 januari 2015 (17:45)

0 komentar:
Posting Komentar