Selasa, 23 Desember 2014

Congratulation...

Untuk kali ini, senin yang notabene sebagai pembuka tiap pekannya tak lagi membuatku malas. Kurasa hari ini istimewa.

Dipagi buta, aku sudah mulai beraktivitas, melakukan apa yang semestinya dilakukan. Pukul 09:00 wita, aku sudah siap dengan balutan kerudung dan rok merah marun yang begitu senada. Sembari menunggu teman disudut pintu rumah yang akan menjemputku menuju kampus, aku menikmati wafer cokelat ku ditiap potongnya.

Selang beberapa menit, teman yang kutunggu telah datang dan tanpa mengulur waktu lagi kami segera berangkat. Kampus tidak menjadi tempat tujuan kami yang pertama, tapi dengan sebuah kuda besi berwarna hitam itu dengan sigapnya kami menuju kesebuah toko bunga.

Aroma segar bunga-bunga itu telah memenuhi ruangan, berbagai macam jenis bunga berderet dengan pesonanya yang membuatku tak jemu menatapnya. Ada begitu banyak pelanggan hari itu dengan karyawan yang hanya berjumlahkan tiga orang mulai kewalahan untuk merangkai bunga demi bunga.

3 jam bukan waktu yang singkat untuk menunggu hingga akhirnya antrianku tiba. Tulang belakangku mulai keropos, tungkai kakiku serasa rapuh ketika harus menunggu dengan keadaan berdiri selama itu. Tiba-tiba, kubuka layar hp dan kudapati pesan bahwa acara sudah hampir selesai. Beberapa orang di belakangku sudah terlebih dahulu mementingkan ego masing-masing, yahh budaya antri sudah tak dibudayakan lagi ketika keadaan genting seperti ini.

Kusegerakan memilih 2 tangkai mawar, putih dan merah. Itu pilihanku. Sembari menunggu bungaku dirangkai, karena dikejar waktu aku ikut membantu memasangkan pita pada bagian bawah bunganya.

Kami segerakan keluar dari toko bunga itu, memacu kuda besi hitam dibawah sengatan surya yang membakar lapisan epidermisku dengan harapan masih sempat mengabadikan moment istimewa hari ini.

Setibanya dikampus, aku duduk didepan ruang agung sastra bersama beberapa orang temannya yang notabene adalah seniorku. Berfoto bersama, berbagi cerita dan candaan sebagai selingan ketika menunggu.

Hingga akhirnya kau pun keluar dari ruang agung sastra itu bersama insan akademika lainnya dan juga orang tua dan sanak keluargamu. Senyum bahagiamu merekah dihari ini, melepas statusmu sebagai mahasiswa bertepatan dengan hari ibu. Sungguh membahagiakan.

Kuucapkan selamat kepada senior lainnya, mawar putihku kuberikan kepada salah seorang seniorku yang sudah kuanggap sebagai kakak terbaikku, memeluknya dan saling mengecup pipi. Bahagia dan haru menghampiri kami.

Dari kejauhan kulihat kau masih sibuk dengan handphone yang masih menempel ditelinga kirimu dan masih berbicara dengan keluargamu lalu perlahan kaumendekat kearahku dan juga teman-temanmu. Mereka saling berjabat tangan, mawar merah itu masih kupegang erat. Entah kenapa jantungku kembali tak normal ketika ingin memberikan itu kepadamu yang selalu sukses membuat jantung dan nadiku meninggalkan batas normalnya.

Kuberanikan diri menyerahkan mawar merah yang merupakan warna kesukaanmu dengan pita ungu yang merupakan warna kesukaanku, aku sengaja memadukannya. Aku tak mengucapkan selamat secara verbal tapi semuanya telah terwakilkan dengan kau menerima itu.

Beberapa saat kemudian, kau dan keluargamu beranjak meninggalkan tempat ini, kemudian aku dan beberapa temanmu memanggil agar kau kembali berbalik dan mengabadikan moment ini.

Aku berdiri disebelah kirimu dengan kau disebelah kananku dengan mengenakan jubah hitam kuning, memegang ijazah kampus merah dan juga mawar merah itu. Wajah bahagia kita berdua terbingkai dalam beberapa foto.

Congratulation...
お卒業おめでとう...
Selamat atas kelulusanmu, semoga ini bagian dari petualanganmu. Sukses untukmu selalu...

0 komentar:

Posting Komentar