Senin, 29 Desember 2014

Ketika Hujan Seketika Hening

Guyurannya dipenghujung tahun tak henti-hentinya... sedari pagi melewati malam kemudian kembali pagi,tumpahnya tak ubahnya memecah langit... ku tutup mata sejenak, merasakan angin bak badai, hempasan air bagai bola-bola kaki diatap rumah. yahh, itu deruannya yang teramat keras... namun, aku kembali  mengalah pada malam, mengalah pada gelap yang seolah membungkam mulut kami. perjalanan ini terlalu hening, dan aku waswas... kau tahu itu ?

0 komentar:

Posting Komentar