Kamis, 11 Desember 2014

Wanna Dance Again

Entah apa kali ini, saya merindukan itu.
Yahh,, akhir-akhir ini pikiranku selalu dipenuhi dengan gerakan-gerakan indah. Telingaku seiyanya dipenuhi dengan tabuhan gendang tradisional, pakkanjara’ dan juga pui’-pui’. Mataku selalu mendapati diriku yang sedang menggerakkan tubuh dengan lemah gemulai, jemari yang dengan lentiknya menciptakan gerak, memainkan kipas, dan sorotan mata yang sedang berbicara.

Aku rindu menari…
Itulah yang akan kuteriakkan kali ini. Aku merindukannya. Tarian itu, musik itu, dan juga kembali berdandan bak pengantin ketika tengah berpakaian adat sulawesi. Sungguh anggun dan cantik, pikirku.
Sudah teramat lama rasanya aku tak pernah bersinggungan dengan hal sangat kusukai ini. Terkadang, ditengah kesibukanku dikampus yang kadang membuat mood ku jadi amburadul, tarian menjadi obatku. Entahlah, suasana hatiku seketika dapat berubah menjadi bahagia ketika mendapati diriku tengah menari.

Bagiku, menari itu nyawa bagi yang mati jiwanya,
Penyembuh bagi yang memiliki luka,
Decak kagum bagi yang terkungkung rapat,
Tinta bagi yang kurang berwarna,
Candu bagi yang menikmatinya,
Dan keindahan tak terelakkan.
Itu saja... Aku rindu menari.
Lagi, lagi dan lagi...

0 komentar:

Posting Komentar